Selasa, 05 Maret 2013
ya, dunia ini memang terlalu adil untuk mengajari para manusianya mengerti maksud Tuhannya. layakya hari ini. aku diajari bagaimana menghargai sekecil apapun kebahagiaan yang telah dinantikan semenjak lama, mungkin. bahagia itu pecah. di hari yang tepat.
yang ku dapat, kegagalan atau pun keberhasilan tak kan terasa tanpa rasa kebersamaan yang telah dibangun sebelumnya. merasakan semuanya sendiri? apa gunanya? apa rasanya? hambar.
dan hari ini, aku diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih untuk merasakan kebahgiaan atas kebersamaan itu. ketika hati, tersugesti untuk merasakan kebersamaan itu. aku merasa kalau kebersamaan itu memang ada, memang tercipta, atas dasar rasa dan membuat kita bahagia.
dari kebersamaan itu pula, semangat datang membara. tetap bertahan di atas pilihan-pilihan hidup yang telah kita ambil. bangkit di tengah kegagalan dan sadar atas kesuksesan.
namun sayangnya, kebersamaan tak seperti membalikkan telapak tangan. perlu perjuangan untuk menggapainya. tapi hasilnya, subhanallah. manis.
dengan kebersamaan pula, kita dapat merasakan indahnya ukhuwah islamiyah yang memang saya rasa hanya ada di dalam Islam. bagaimana umat Rasulullah saling tolong menolong dan membantu sesama, kebersamaan itu pula yang membuat Islam bangkit di masa itu. kala dulu. waktu manusia belum sibuk dengan urusannya masing-masing, kala manusia belum mengenal apa itu individualisme, bagaimana hidup tanpa orang lain. asik dengan dunianya sendiri. mungkin penyebab-penyebab seperti itu lah yang membuat kebersamaan sulit di raih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar